A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/uversaci/senitari.uvers.ac.id/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/uversaci/senitari.uvers.ac.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

UVERS Lahirkan Sarjana Seni Pertama di Kota Batam, Kepulauan Riau | Seni Tari UVERS
UNIVERSITAS UNIVERSAL

Seni Tari




UVERS Lahirkan Sarjana Seni Pertama di Kota Batam, Kepulauan Riau

Selasa, 09 Juli 2019 ~ Oleh administrator ~ Dilihat 86 Kali

Jumat, 21 Juni tahun ini merupakan peristiwa sukacita bagi Program Studi Seni Tari Universitas Universal Batam, sebab dari sejak berdiri empat tahun yang lalu, akan lahir sarjana seni di kota Batam yang telah menyelesaikan studi akhirnya dalam bentuk penciptaan karya tari dan ujian pertanggungjawaban karya di hadapan para dosen penguji.

Serangkaian pelaksanaan Ujian Tugas Akhir tersebut dikelola baik oleh Tim Dosen Program Studi Seni Tari yang bekerjasama dengan mahasiswa yang menempuh Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Produksi Tari. Pementasan yang digelar dalam semalam tersebut menampilkan tiga karya tari yang diciptakan oleh mahasiswa tingkat akhir dengan arahan dari masing-masing dosen pembimbing baik dalam segi penciptaan karya tari maupun penulisan ilmiah perwujudan karya tarinya. Ketiga karya tersebut ialah Pitunang Gasiang, Sumpah Sri Lakang, dan Bilah Sino-na. Ketiga karya tari tersebut diciptakan sesuai dengan nafas dan latar belakang penciptaan yang berbeda satu sama lain. 

Pitunang Gasiang karya Ayu Nirawati mengangkat tradisi gasiang tangkurak yang berkembang di Pariaman, Sumatra Barat. Perwujudan karya tarinya bergelut dengan tradisi gerak Ulu Ambek dan proses ritual Pitunang yang menjadi akhir dari tahapan permainan gasiang tangkurak. Karya kedua yakni Sumpah Sri Lakang yang digarap oleh Suryana, bercerita tentang kisah mitos di Kuala Maras, Letung, Jejama Kepulauan Anambas. Kisah tentang sosok Sri Lakang yang dianggap memiliki perjuangan dalam mempertahankan cinta dan kebenaran dari hal buruk yang dihadapinya. Karya tari tersebut disajikan oleh tujuh penari putri dengan mengolah kain berwarna merah sebagai simbolisasi dari merahnya pasir pantai di Kuala Maras saat bulan purnama tiba, sebagai bentuk pertanda berkembangnya mitos tersebut hingga saat ini. Suryani menjadi penyaji terakhir dengan karya berjudul Bilah Sino-na, yang mengambil pengalaman hidup secara empiris bersama ibundanya. Latar belakang budaya Minang, terasa di awal garapan tari kemudian disusul dengan nuansa Melayu yang kental dengan olah gerak dan ekspresi yang berkaitan dengan adegan yang dibawakan. 

    

Usai pertunjukan tari, para mahasiswa yang melakukan ujian Tugas Akhir tersebut bersiap untuk melakukan ujian pertanggungjawaban karya tari yang digelar esok paginya, yakni Sabtu 22 Juni 2019. Tim penguji terdiri dari Ketua Penguji, Penguji Ahli, Anggota Penguji 1 dan Anggota Penguji 2. Penguji Ahli pada tahun ini yakni Dr.Darmawan Dadijono, M.Sn., yang berasal dari ISI Yogyakarta. Batam kini akan melahirkan Sarjana Seni (S.Sn) pertama yang ke depan akan bersinergi dengan masyarakat sekitar dan mengembangkan manfaat seni kepada sesama. 

 

 

 

 

 

  1. TULISAN TERKAIT
  1. ARTICLES