A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/uversaci/senitari.uvers.ac.id/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/uversaci/senitari.uvers.ac.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kreativitas Tari sebagai Sarana Pendidikan Anak melalui Seni dan Permainan Tradisional Melayu | Seni Tari UVERS
UNIVERSITAS UNIVERSAL

Seni Tari




Kreativitas Tari sebagai Sarana Pendidikan Anak melalui Seni dan Permainan Tradisional Melayu

Selasa, 20 Nopember 2018 ~ Oleh administrator ~ Dilihat 544 Kali

Program studi Seni Tari, Universitas Universal bersama dengan Sanggar Duta Santarina menggelar rangkaian acara talkshow dan lomba cipta kreasi tari Melayu untuk anak-anak dengan tajuk “Bermain Sambil Menari”, pada tanggal 4 November 2018, di Hall gedung C, kampus Universitas Universal, Batam.

Kegiatan tersebut diawali dengan kompetisi tari yang ditampilkan oleh anak-anak usia dini dan sekolah dasar dalam lima kelompok tari. Mereka dilatih dan didorong untuk tampil di atas pentas dengan garap koreografi yang beragam. Tajuk utama yang diambil yakni “Bermain Sambil Menari” berkaitan dengan upaya penyelenggara dalam memasyarakatkan kembali bentuk-bentuk permainan tradisional khas Melayu yang kian hari, kian hilang dimainkan. Permainan tradisional Melayu dari layang-layang, gasing, congkak, boneka, dan yeye mungkin kini tak lagi banyak dimainkan anak-anak di zaman sekarang. Alih-alih ketinggalan zaman, permainan tradisional jenis tersebut kalah populer dengan game-game yang muncul dengan kemasan menarik dan menggoda dari peralatan canggih bernama gadget.

Bermain Sambil Menari” mengandung pengertian ganda, yakni bermain dalam konteks mengangkat kembali pelbagai permainan tradisional khas Melayu dan bermain sebagai bagian dari aktivitas alamiah pada anak-anak, di mana semua pengertian bermain di sini diwujudkan melalui garap gerak, alur, dan musik pada komposisi tari (koreografi). Kreativitas selanjutnya muncul dalam setiap garapan tari yang disajikan. Komposisi tari untuk anak seyogyanya tidak membutuhkan kerumitan dalam segi penataan gerak, namun cukup memberi warna pada konsep yang dihadirkan.

Tubuh anak-anak menyimpan kemampuan gerak sesuai usia, mereka memiliki kepribadian (personality) dan tipe tubuh yang menghadirkan ekspresi personal (Ellen Jacob, 1993). Hal inilah yang tampak pada performa anak-anak di atas pentas yang kian menggelitik tawa penonton yang menyaksikan mereka. Kreativitas muncul sebagai bagian dari beberapa hal yang berasal dari tiga aktivitas pokok antara lain menambahkan bentuk baru; menyusun kembali; dan memadukan antara unsur baru dan unsur yang dipinjam (Marcia, 2005). Komposisi tari yang disajikan disesuaikan dengan gagasan tentang permainan tradisi yang diwujudkan dalam keutuhan koreografi baru dibalut dengan busana dan properti tari yang memadai dan bersesuaian.  

Kegiatan yang dilanjutkan dengan talkshow tersebut disajikan oleh beberapa narasumber yaitu Muhammad Ali dari Dinas Pendidikan Kota Batam; Wahyuji Andayani BBA selaku pimpinan Sanggar Tari Duta Santarina Batam; dan Mega Lestari Silalahi, S.Sn.,M.Sn selaku dosen program studi Seni Tari Universitas Universal Batam. Kegiatan semacam ini mendorong pengetahuan dan pengenalan kembali khazanah permainan tradisional Melayu yang kian hilang bagi “generasi emas”. “Generasi emas”merupakan istilah yang diberikan Muhammad Ali untuk menyebut generasi yang lahir di zaman millennial ini.

Kreativitas yang hadir dalam bentuk seni pertunjukan sekiranya mampu memberikan alternatif dalam mendidik generasi muda saat ini dengan lebih menarik dan menyenangkan. Keberhasilan terhadap upaya seperti ini tentu tak bisa secara langsung dilihat, tetapi proses yang mewujudkan bentuk kreativitas seni  seperti ini menghadirkan nilai-nilai kebersamaan melalui aktivitas yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. Subtansi utama dari karya cipta tari kreasi ialah melatih tiga hal penting yakni psikomotor, afeksi, dan kognitif yang berdampak pada sikap komunikatif, peduli, kerjasama, dan keterbukaan (Ellen Jacob, 1993). Nilai inilah yang tak sepenuhnya diperoleh dari permainan canggih dari peralatan elektronik yang kian marak saat ini.(dny)

 

Referensi:

Jacob, Ellen. 1993. Dancing: The All in One Guide for Dancers, Teachers and Parents. (New York: Variety Arts)

L.Lloyd, Marcia. 2005. “Creative Dance for Children: Local and Global Perspectives” dalam Global and Local Dance in Perfromance. (Malaysia: Cultural Centre University & Ministry of Culture, Arts and Heritage).

Berita Pengumuman Sekilas-info Event
  1. TULISAN TERKAIT
  1. ARTICLES